846 Hektare Kebun Sawit PTPN IV. Unit Laras Afdeling  2 Terbengkalai kondisi tanaman masih berproduksi .

Central publikasi com.

Simalungun –  Di tengah upaya besar meningkatkan produksi minyak sawit nasional ,kenyataannya justru menunjukan sisi kelam.dari pengolahan perkebunan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

846 Hektar yang luas  tanaman berproduksi (TBM) milik PTPN IV Regional IIUnit Kebun Laras ,khususnya di Blok PQ. Afdeling 2 , sangat memperihatinkan dan tidak  terawat .

Kondisi  ini tidak hanya mencerminkan kelalaian ,tetapi juga menyebabkan kerugian besar bagi Palm Com,perusahan holding yang mengelola aset perkebunan ini.

Berdasarkan pantauan awak media Central publikasi com di lapangan pada hari Selasa ,25 November 2025 .yang sangat semak belukar  yang menutupi pohon sawit yang lagi berproduksi dan tidak dikelola secara optimal .

Akibatnya ,potensihasil panen yang seharusnya menjadi sumber pendapatan utama perusahan terhambat ,bahkan bisa menyebabkan kerugian yang signifikan .

Sejumlah pekerja yang memiliki tetap anonim mengungkapkan bahwa kondisi ini berlangsung lama tanpa adanya tindakan dari manajemen .

Awak media ini mempertanyakan penggunaan anggaran pemeliharaan yang seharusnya di gunakan untuk perawatan rutin seperti merayut ,pembersihan gawangan , dan pemupukan namun tidak dilakukan . Akibatnya produktivitas kebun menurun dratis ,dan peluang keuntungan yang semestinya didapatkan PalmCo pun terbuang percuma.

Kalau kondisi kebun seperti ini terus dibiarkan ,kerugian besar pasti akan menimpa PalmCom . Ini bukan hanya soal tanam yang mati ,tetapi juga hilangnya potensi pendapatan dari hasil panen yang seharusnya bisa menyumbang pemasukan negara,” ungkap salah satu karyawan mengucapkan sangat  prihatin karena kurangnya tenaga pekerja .

Hingga saat ini komfirmasi dari manejemen PTPN IV terkait kondisi kebun dan dugaan pembiaran ini belum mendapatkan jawaban .  Tidak adanya respons dari pihak manejemen menimbulkan kekhawatiran adanya ketidaktransparan dalam pengelolaan aset negara yang seharusnya dimanfaatkan secara optimal demi keuntungan dan keberlanjutan perusahan .

Aktivis kontrol sosial di Simalungun mendesak agar Direksi PTPN lV segera melakukan audit internal menyeluruh dan bertindak tegas .Mereka menegaskan bahwa kebun ini adalah aser negara yang harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab ,agar kerugian besar yang merugikan bertambah .

Kebun seluas 846 tidak mungkin rusak tanpa ada pembiaran. Jika memang ada indikasi korupsi atau pemborosan anggaran ,harus diusut tuntas .Ini adalah kerugian negara dan perusahan yang harus segera diperbaiki,” tegas seorang pegiat anti – korupsi di Simalungun .

Masyarakat dan publik pun mendesak PTPN IV untuk memberikan penjelasan transparan mengenai penggunaan anggaran pemerintahan  dan melakukan pembenahan manejemen di Afdeling II . Mereka menuntut agar pengelolaan kebun sesuai dengan SOP dan prinsip tata kelola perusahan yang baik ,demi mencegah kerugian lebih besar di  masa depan .

Kerugian yang dialami PalmCom akibat kebun terbengkalai ini menjadi cermin betapa  pentingnya pengelolaan aset negara secara profesional dan transparan ,agar manfaat ekonomi dan perkebunan ini dapat dirasakan secara maksimal .(LiLy ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *