Central Publikasi.Com-Cilacap:Delapan kursi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Cilacap yang semula kosong, akhirnya terisi.
Sebanyak 8 Aparatur Sipil Negara (ASN) pun dilantik Bupati setelah sebelumnya mengikuti seleksi terbuka (open bidding) pada 27-29 Oktober 2025 lalu, dan dinyatakan lolos.
Pelantikan dilakukan orang nomor satu di Cilacap yakni Syamsul Aulia Rachman selaku Bupati Cilacap di Ruang Prasanda Rumah Dinas Bupati Cilacap, Jumat (28/11/2025).
Adapun ddelapan ASN yang kini resmi menjabat Kepala OPD usai dilantik yakni Sapta Giri Putra (Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah), Hasannudin (Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB) serta Farid Rijanto (Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian).
Selanjutnya Buddy Haryanto (Kepala DInas Komunikasi dan Informatika), Budi Narimo (Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga), Heru Kurniawan (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Oktrivianto Subekti (Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah) dan Rochman (Kepala Satuan Polisi Pamong Praja).
Dalam kesempatan itu, 8 pejabat yang telah dilantik ini diminta Bupati Syamsul untuk mendukung dan mensukseskan visi, misi Bupati dan Wakil Bupati.
“Secara umum, bisa membantu visi, misi kita, kemudian bisa membantu program-program Forkopimda semuanya, dimana Forkopimda juga akan membantu pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga mendorong masing-masing OPD, khususnya yang menjadi sasaran program pemerintah pusat agar mendukung dan mengawal.
“Ada beberapa dinas yang menjadi sasaran program Pak Presiden, ini harus benar-benar dikawal, terus kemudian ada percepatan,” ungkap Syamsul.
“Kita juga mendorong OPD-OPD ini, 8 orang harus aktif menyerap anggaran dari pusat karena Pak Presiden menyampaikan banyak anggaran didistribusi ke Kementerian-kementerian. Sehingga harapannya tolak ukur kinerja kami, mereka aktif jangan hanya bersurat,” lanjutnya.
Syamsul juga menyampaikan terkait proses seleksi terbuka (open bidding) sebelumnya, dilakukan secara transparan, terbuka dan profesional. Ia menegaskan tidak ada praktik jual beli jabatan dalam seleksi tersebut.
“Saya tegaskan tidak ada jual beli jabatan dan tidak satu rupiah pun diterima lewat siapapun dalam proses open bidding 8 dinas yang sudah diumumkan,” ungkap Bupati Cilacap yang kerap disapa Mas Syamsul ini.
Sementara itu, menanggapi masih adanya kekosongan jabatan di lingkup Pemkab Cilacap, Syamsul menyampaikan akan mengusulkan terlebih dahulu ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Jadi mekanismenya setelah dilantik hari ini, kita tandatangani kemudian dilaporkan dulu ke BKN. Terus yang kosong ini kita usulkan, jadi bertahap. Mana nanti yang kosong, kita adakan rapat secepatnya,” ujarnya.
“Kemudian kita usulkan yang kosong ini lalu kita isi. Dan untuk penyusunan ini sekitar 1 mingguan, jadi dilihat dulu mereka lolos talent atau tidak. Setelah diusulkan, clear biasanya maksimal SOP-nya itu sekitar 5 hari lalu turun surat rekomendasi,” imbuh Syamsul.
Ia memastikan di akhir tahun, kekosongan jabatan sudah tidak ada lagi dan terisi. “Kalau kita targetkan mungkin di minggu pertama, maksimal di minggu kedua di bulan Desember insyaallah sudah terisi,” pungkas Bupati. (Purwanti)



















