Central Publikasi.Com-Cilacap-Di tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap menggelontorkan Rp29,1 miliar untuk pembangunan infrastruktur pengairan, drainase, serta peningkatan layanan air minum, melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Cilacap.
Dari nilai anggaran tersebut, nantinya dibagi menjadi 104 paket pekerjaan, terdiri dari pembangunan drainase sebanyak 52 paket pekerjaan senilai Rp6,68 miliar, irigasi dan air baku 32 paket senilai Rp5,01 miliar, dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 6 paket pekerjaan senilai Rp1,57 miliar.
Selain infrastruktur pengairan, drainase dan SPAM, ada pula pembangunan sekretariat sebanyak 14 paket pekerjaan dengan nilai anggaran mencapai Rp15,8 miliar.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman mewanti-wanti kegiatan yang dilaksanakan oleh PSDA Cilacap nantinya harus tepat sasaran dan sesuai jadwal.
“Harapannya dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas pertanian, pengendalian banjir, dan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Syamsul saat menghadiri apel pagi bersama di Dinas PSDA Cilacap, Selasa (20/1/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas PSDA Cilacap, Bambang Tujiatno mengungkapkan, bahwa saat ini genangan dan banjir menjadi masalah yang kerap terjadi baik di wilayah perkotaan maupun kecamatan.
Ia mencontohkan tanah longsor yang terjadi di wilayah Majenang beberapa waktu lalu. Akibat bencana tersebut, menyebabkan kelebihan air di area persawahan.
Sementara terdapat saluran pembuangan (avur) yang mengalami sedimentasi tinggi, akibatnya rawan tersumbat. “Sehingga ini membutuhkan solusi berkelanjutan,” ujar Bambang.
Oleh sebab itu, pihaknya memfokuskan di tahun ini untuk penguatan infrastruktur pengairan, drainase dan SPAM melalui pembangunan pada tahun ini.
“Pengelolaan infrastruktur ini nanti akan dibagi ke empat UPTD yaitu Majenang, Sidareja, Jeruklegi, dan Kroya. Yang terbanyak di UPTD Majenang,” ungkap Bambang.
Berdasarkan data PSDA Cilacap, dari total luas irigasi 64.391 hektare yang ada di wilayah Kabupaten Cilacap, 45,10 persen saluran yang berada dalam kondisi baik.
Sedangkan 54,90 persen lainnya mengalami rusak berat. Terbanyak kerusakaan cukup parah pada saluran pembuang (drainase makro) mencapai 90,18 persen dari total panjang lebih dari 3,28 juta meter.
Namun demikian, lain hal dengan drainase di wilayah perkotaan menunjukkan kondisi yang relatif baik. “93,37 persen jaringan berada dalam kondisi layak,” terang Bambang.
Di lain hal, Bambang menyampaikan dalam pelaksanaan kegiatan di tahun ini, nantinya akan disertai imbauan untuk masyarakat agar ikut menjaga lingkungan dari sampah serta merawat bangunan.
“Ini agar bangunan infrastruktur pengairan terawat dan terjaga dengan baik,” tegas Mantan Dinas Sosial PP PA Cilacap ini.
Sementara untuk sektor pelayanan dasar, capaian akses air minum yang aman di Kabupaten Cilacap menunjukkan tren positif.
“Saat ini akses air minum aman telah menjangkau 53,29 persen penduduk atau setara 333.632 sambungan rumah, melampaui target sebelumnya sebesar 52,64 persen,” pungkas Bambang. (Purwanti).












