Central Publikasi.Com-Cilacap:Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini, sedikitnya ada 22 kejadian kebakaran di wilayah Cilacap, Jawa Tengah. Sebagain besar melanda rumah milik warga.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo menyampaikan, penyebab kebakaran didominasi oleh korsleting listrik yang terjadi.
“Dari total 22 insiden kebakaran yang terjadi hingga akhir Maret 2026, terbanyak itu di daerah pemukiman warga ada 14 kejadian, kemudian sektor dunia usaha 8 kejadian,” ujar Gatot, Jumat (3/4/2026).
Sementara dari data yang diperoleh Damkar Cilacap, sebanyak 15 kejadian diakibatkan karena korsleting listrik, disusul human error sebanyak 6 kejadian dan 1 kejadian karena gas LPG.
“Untuk korban jiwa ada 1 orang lansia dan kerugian akibat kejadian totalnya lumayan besar, nilainya Rp654 juta,” ungkap Gatot.
Selain itu, Damkar Cilacap mencatat ada 21 bangunan mengalami kerusakan akibat kejadian kebakaran yang terjadi.
Guna mencegah terjadinya kejadian serupa, Damkar Cilacap hingga kini terus berupaya melakukan kegiatan sosialisasi di sejumlah wilayah dan inspeksi beberapa bangunan gedung.
“Kegiatan sosialisasi dan inspeksi ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan serta untuk meminimalisir terjadinya kebakaran,” kata Gatot.
“Untuk sosialiasi sendiri, kami sudah 56 kali melakukan kegiatan dan inspeksi bangunan gedung ada 6 kali kegiatan kita lakukan,” lanjutnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik, dan tidak menggunakan stop kontak yang bertumpuk.
Selain itu, memastikan tabung LPG maupun kompor dalam kondisi layak. “Pencegahan adalah kunci utama menekan angka kebakaran,” pungkas Gatot. (*)
Aula pengajian di Dusun Cikalong, RT 05 RW 07, Desa Sidareja, Cilacap kebakaran pada Sabtu (21/3/2026) lalu. (Foto: dok. Humas Damkar Cilacap)
(Purwanti).












