Cilacap-Central Publikasi.Com:Bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cilacap, namun yang tidak bisa menamatkan pendidikan di luar rutan, kini bisa memanfaatkan program pendidikan kesetaraan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Program pendidikan ini berupa kejar paket meliputi Paket A atau setara SD, Paket B atau setara SMP, dan Paket C atau setara SMA.
Dalam program tersebut, Lapas Kelas IIB Cilacap menggandeng Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Cilacap.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini pun telah dilakukan kedua belah pihak di Lapas Kelas IIB Cilacap pada Rabu (8/4/2016).
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Cilacap, Efendi Johan mengungkapkan bahwa kerja sama ini berlaku selama empat tahun sejak, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
“Kami berharap melalui program pendidikan ini, dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan serta menjadi bekal mereka nantinya saat kembali ke masyarakat,” ujar Efendi.
Efendi menegaskan, program pendidikan kesetaraan ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan.
“Intinya program ini bertujuan memberikan akses pendidikan yang layak, khususnya bagi para warga binaan,” ujarnya.
“Sehingga mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan meskipun sedang menjalani masa pembinaan,” lanjut Efendi.
Menurutnya selain pembinaan kepribadian dan kemandirian, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir dan kesiapan warga binaan untuk berintegrasi kembali ke lingkungan sosial.
Adapun peserta didik yang telah terdaftar berjumlah 20 orang, terdiri dari Paket A diikuti 2 orang, kemudian Paket B diikuti 4 orang, dan Paket C diikuti 14 orang.
Sementara itu, Kepala SKB Kota Cilacap, Suranto, berharap melalui program ini, selain dapat meningkatkan pengetahuan, juga keterampilan warga binaan sebagai bekal mereka nanti saat kembali ke masyarakat.
“Dengan adanya kerja sama ini, para warga binaan ini, mereka tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Suranto menyebut, pendidikan merupakan hak dasar setiap individu, dan kerja sama ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memberikan akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk warga binaan.
“Untuk kerja sama dengan pihak lapas, tadi kami sudah berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program secara berkelanjutan, baik dari segi tenaga pendidik, kemudian sarana prasarana, maupun pembinaan peserta didik,” pungkasnya. (Purwanti).












