*Dinas pendidikan Batu Bara Bobrok, HIMMAH berikan Kritikan Konstruktif* 

 *Batu Bara-Central Publikasi.Com Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kabupaten Batu Bara memberikan kritik konstruktif terhadap kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara yang dinilai belum sejalan dengan visi besar yang terpampang di lingkungan kantor dinas tersebut. Kritik ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten Batu Bara, sekaligus dorongan agar adanya evaluasi serius demi terciptanya pelayanan pendidikan yang benar-benar berkualitas.

Di tengah terpampangnya visi “Terwujudnya layanan pendidikan bermutu untuk membentuk insan Batubara yang cerdas, berkarakter dan berbudaya” serta motto pelayanan “Melayani dengan Ikhlas, Amanah dan Profesional,” Yassir menilai realitas di lapangan justru masih jauh dari harapan masyarakat.

Yassir menegaskan bahwa visi, misi, dan maklumat pelayanan yang dipajang di lingkungan kantor Dinas Pendidikan tidak boleh hanya menjadi simbol formalitas birokrasi. Menurutnya, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui pelayanan nyata yang cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Ketika pelayanan bermutu digaungkan secara terbuka, maka masyarakat tentu berharap mendapatkan pelayanan yang profesional dan ramah. Namun fakta yang kami temui justru masih adanya keluhan soal pelayanan yang lamban, sikap sebagian pejabat yang terkesan arogan, serta persoalan anak putus sekolah yang belum tertangani secara maksimal,” ujar Yassir.

Yassir juga menilai buruknya kualitas pelayanan administrasi menunjukkan perlunya reformasi menyeluruh di tubuh Dinas Pendidikan. Pelayanan yang berbelit-belit dan kurang responsif dinilai mencederai semangat pelayanan publik yang seharusnya hadir sebagai solusi bagi masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti sikap sebagian pejabat yang dinilai terlalu tertutup terhadap aspirasi dan kritik. Menurut HIMMAH, pejabat publik harus memiliki kerendahan hati untuk mendengar masukan serta menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai ancaman.

Persoalan banyaknya anak putus sekolah di Kabupaten Batu Bara juga menjadi sorotan serius. HIMMAH menilai kondisi ini membutuhkan langkah konkret berupa pendataan yang akurat, program jemput bola ke lapangan, pemberian bantuan pendidikan yang tepat sasaran, serta kolaborasi aktif antara Dinas Pendidikan, pemerintah desa, sekolah, dan elemen masyarakat agar tidak ada lagi anak Batu Bara yang kehilangan hak pendidikannya.

Sebagai bentuk saran yang membangun, HIMMAH mendorong Dinas Pendidikan untuk segera melakukan evaluasi internal terhadap kualitas pelayanan aparatur, meningkatkan etika profesionalisme pejabat, membuka ruang dialog rutin dengan mahasiswa dan masyarakat, serta memperkuat pengawasan terhadap implementasi program pendidikan agar benar-benar menyentuh kebutuhan riil di lapangan.

Menurut Yassir, pembenahan ini penting agar visi besar yang selama ini terpampang tidak berhenti sebagai tulisan di dinding kantor, melainkan benar-benar hadir dalam bentuk pelayanan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami tidak sedang menjatuhkan institusi, tetapi mengingatkan. Pendidikan adalah fondasi masa depan Batu Bara. Jika pelayanan diperbaiki, komunikasi diperkuat, dan persoalan anak putus sekolah ditangani secara serius, maka kami yakin Dinas Pendidikan mampu membuktikan komitmennya untuk membangun generasi Batu Bara yang lebih maju,” tegas Yassir Ketua HIMMAH.

HIMMAH berharap kritik dan masukan ini dapat menjadi bahan introspeksi sekaligus momentum bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara untuk berbenah secara menyeluruh demi mewujudkan pendidikan yang benar-benar bermutu, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Batu Bara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *