CentralPublikasi | Cilacap, Pada Tahun Anggaran 2026 SMP Muhammadiyah 1 Karangpucung Kabupaten Cilacap mendapatkan bantuan Revitalisasi dari Kementerian Pendidikan melalui APBN senilai Rp 749.906.000 tentunya bantuan tersebut tidak sedikit. Dan uang ini adalah uang milik Rakyat yang di salurkan melalui APBN dan didapat melalui pajak Rakyat. Diharapkan setiap penerima bantuan mengetahui nya. Artinya setiap Rakyat Indonesia berhak mengetahuinya, uang nya dipergunakan untuk apa.
Diduga rehab SMP Muhammadiyah 1 Karangpucung asal-asalan, hasil Tim Media melakukan kroscek lapangan. Pada saat melakukan kroscek lapangan Tim konfirmasi dengan tenaga teknis lapangan yaitu DO. DO mengatakan bahwa pekerjaan Rehab kelas tersebut hanya tambal sulam.Masih menurut DO, Kayu kuda-kuda yang lama tetap di pakai jenis nya kayu taun untuk usuk mengunakan kayu Albasia. Dan setiap kayu yang sudah lapuk di ganti baru.

Supaya berita ini tetap berimbang Tim juga Konfirmasi dengan Kepala Sekolah yaitu AK. Menurut AK bahwa gambar pekerjaan tidak ada disekolah semua nya berada di tangan Tenaga Teknis. Dan semua pekerjaan sudah sesuai dengan Spesifikasi.
04/09/2026
Yang menjadi pertanyaan dari keterangan DO ini, apakah kayu taun termasuk kayu kelas II dan apakah ukuran nya untuk balok tarik 8/14, ukuran kaki kuda-kuda 8/12. Hasil kroscek lapangan Tim Media, menemukan bagian gording lama diduga dalam kondisi lapuk dan tidak diganti. Kalaupun ada kayu baru yang menempel pada gording lama diduga panjang nya kurang lebih 1M, sementara gording yang lama panjang nya mencapai 4M.

Dengan adanya temuan dugaan ada bagian yang lapuk tidak diganti dan tidak menutup kemungkinan ada bagian lain juga. Oleh karena itu diharapkan menjadi perhatian Kementerian Pendidikan, Inspektorat juga pihak-pihak terkait untuk melakukan tindakan tegas. Memerintah kepada P2SP untuk menganti kayu yang diduga lapuk secara utuh. Mengingat ini uang rakyat Indonesia bukan uang pribadi. Dan juga adalah satu bentuk mendukung program Pemerintah bahwa pekerjaan harus sesuai dengan RAB. Supaya program ini mencapai target yang diinginkan Pemerintah.
11/09/2026(Tim/Red).












