Central Publikasi.Com-Cilacap:Sejumlah wilayah di Cilacap, Jawa Tengah dilanda banjir. Ribuan jiwa pun terdampak akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, banjir terjadi di wilayah Kecamatan Kroya, Bantarsari dan Wanareja.
“Untuk Kecamatan Kroya, banjir melanda 2 Desa yaitu Desa Mujur dan Desa Gentasari, dengan ketinggian air 10-60 sentimeter di halaman dan 0-50 sentimeter masuk ke dalam rumah,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, Senin (24/11/2025).
Budi menyampaikan, banjir di wilayah Kroya terjadi sejak sepekan lalu dan sempat surut, namun banjir kembali terjadi setelah turun hujan lebat pada Minggu (23/11/2025) malam.
“Dua hari kemarin sempat surut, kemudian banjir lagi karena hujan deras tadi malam dari pukul 20.30 WIB sampai pukul 03.00 WIB,” ungkapnya.
Adapun banjir di Desa Mujur menyebabkan 160 Jiwa dari 40 KK di Dusun Bander RT 01 sampai dengan RT 10 RW 03, terdampak dengan ketinggian air 10-40 centimeter di halaman rumah warga. Ada pula rumah terendam dengan ketinggian air 10-20 centimeter.
Sementara di Desa Mujur Lor, banjir terjadi di Dusun Pecangakan. Sebanyak 12 jiwa dari 3 KK terdampak dengan ketinggian air 10-30 centimeter di halaman rumah.
“Alhamdulillah banjir tidak sampai masuk ke dalam rumah. Kami sudah monitoring,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap ini.
Budi mengungkapkan banjir yang melanda wilayah Kroya dikarenakan selain turun hujan yang berlangsung lama, juga debit sungai yang tinggi sehingga meluap ke persawahan dan perumahan.
“Untuk Desa Gentasari, wilayah tergenang banjir di Dusun Karag RT 09 RW 06, dengan jumlah korban terdampak sekitar 129 jiwa dari 43 KK,” tuturnya.
“Dan untuk ketinggian airnya sekitar 20-60 centimeter di halaman rumah. Ada juga 10 rumah warga terendam, dengan ketinggian air sekitar 20-50 centimeter,” lanjut Budi.
Selain di wilayah Kecamatan Kroya, banjir juga terjadi di Kecamatan Bantarsari, tepatnya di Dusun Kedungsalam, Desa Cikedondong. Akibat kejadian ini, ratusan KK yang menempat di RT 01 sampai dengan RT 05 RW 02, terdampak.
Saat kejadian, air sempat masuk ke dalam rumah-rumah warga dengan ketinggian 10-30 centimeter, namun kondisi terkini diketahui berangsur surut.
Awal mula curah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut pada Minggu (23/11/2025) mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Setelah itu, air menggenangi rumah dan pekarangan dengan ketinggian 10-50 centimeter.
“Informasi yang kami peroleh, kondisi banjir berangsur surut setelah cuaca cerah, dan warga tadi sudah membersihkan rumah masing-masing yang tergenang air,” jelas Budi.
Selain di Kedungsalam, banjir juga melanda Dusun Cikerang, dengan ketinggian air 80-130 centimeter. Lokasinya berada di RT 01, 02 dan 03 RW 10. Sebanyak 323 jiwa dari 106 KK terdampak dan terpaksa diungsikan.
Adapun penyebab banjir di wilayah tersebut diketahui karena luapan sungai Cimeneng akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bantarsari dan sekitarnya pada Minggu (23/11/2025).
“Dan saat sungai meluap debit air semakin tinggi karena kiriman dari hulu dan banyak tanggul yang kritis sekitar 12 (dua belas) titik,” ungkap Budi.
Upaya penanggulangan pun telah dilakukan pasca kejadian. “BBWS Citanduy berencana mengirim eksavator, mesin penyedot, 500 karung plastik dan 300 geobag untuk memperkuat tanggul,” kata Budi.
Sedangkan dari BPBD merekomendasikan perahu karet dan dapur umum sebagai bantuan mendesak dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Kemudian di wilayah Kecamatan Wanareja, banjir melanda tiga desa yakni Sidamulya, Tarisi dan Madura, dengan ketinggian air 5-200 centimeter. Tak hanya rumah warga, akses jalan dan area pesawahan ikut tergenang. Akibat kejadian, ribuan jiwa terdampak.
Banjir dipicu tingginya debit aliran Sungai Cikawung, Citanduy, dan Cibaganjing setelah hujan deras sejak Minggu (23/11/2025) malam. (Pur)



















