Central Publikasi.Com-Batu Bara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku turut mengikuti kegiatan Panen Raya Serentak sebagai wujud nyata komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan panen raya ini dilaksanakan secara nasional dan terpusat di Lapas Kelas I Cirebon, serta terhubung secara virtual dengan seluruh jajaran Pemasyarakatan di Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, didampingi Kasubbag Tata Usaha, Kasi Kegiatan Kerja, beserta jajaran terkait. Turut hadir pula perwakilan dari Kementerian Pertanian yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaan panen raya ini, Lapas Labuhan Ruku berhasil memanen hasil pertanian dan perikanan berupa 100 kilogram kangkung serta 50 kilogram ikan lele. Hasil panen tersebut merupakan buah dari pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan lahan dan sarana yang tersedia di dalam lapas.
Kalapas Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menjelaskan bahwa hasil panen dimanfaatkan secara optimal. Sebagian hasil panen digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam Lapas, sementara sebagian lainnya dijual kepada masyarakat umum sebagai bentuk kontribusi nyata kepada lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Hamdi Hasibuan menyampaikan bahwa keuntungan dari penjualan hasil panen tersebut tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Seluruh keuntungan akan diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan disumbangkan kepada korban bencana alam di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Panen Raya Serentak ini secara resmi dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto, yang didampingi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Dalam laporannya, Dirjen Mashudi mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, program ketahanan pangan Pemasyarakatan telah melibatkan 12.146 warga binaan dengan pemanfaatan lahan produktif seluas 44,2 hektare di seluruh Indonesia.
Dirjen Mashudi juga menambahkan bahwa total hasil panen nasional tahun 2026 mencapai sekitar 123,5 ton, yang terdiri dari komoditas pertanian sebanyak 99 ton, peternakan 4 ton, dan perikanan 19 ton, dengan nilai premi atau upah bagi warga binaan mencapai lebih dari Rp905 juta.
Sementara itu, Menteri Agus Andrianto dalam sambutannya menegaskan bahwa hasil dan keuntungan kegiatan ini didedikasikan untuk solidaritas sosial, termasuk pembangunan sumur bor di daerah terdampak bencana, serta mendorong seluruh Kepala UPT untuk terus berinovasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.(***)












