Central Publikasi.Com-Cilacap Percepatan realisasi pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Cilacap, Jawa Tengah dilakukan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Cilacap.
“Tanggal 22 Januari 2026 sudah 100 persen dari seluruh OPD yang ada. Jadi sebelum ke pengadaan barang dan jasa, proses yang wajib dilakukan itu input SIRUP,” ujar Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Cilacap, Hari Winarno, Rabu (25/2/2026).
Ia mengungkapkan, percepatan input SIRUP ini dilakukan, selain agar tidak menghambat progres APBD di tahun ini, juga pengadaan dapat segera dilakukan.
“Harapannya APBD yang telah ditetapkan di tahun kemarin, bisa segera digelar, dan pengadaan segera berjalan,” ujar mantan Camat Bantarsari ini.
Lebih lanjut, paket pengadaan tahun ini pun telah diumumkan dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).
“Total pengadaan E-purchasing ada sekitar 2.735 paket kegiatan dengan total pagu senilai Rp181 miliar. Kemudian pengadaan langsung ada 3.021 paket senilai Rp188 miliar,” beber Hari.
Selanjutnya sistem tender atau lelang ada 145 paket senilai Rp129 miliar, dan seksi sebanyak 3 kegiatan senilai Rp568 juta.
“Tahun ini kita juga percepatan lelang atau tender. Ini kesempatan untuk para penyedia jasa agar mempersiapkan segala sesuatu yang nanti dibutuhkan pada proses lelang,” kata Hari.
Hari menambahkan, selain percepatan input SIRUP, Bagian PBJ juga melakukan jemput bola ke beberapa OPD untuk percepatan pelaksanaan tender.
“Kita datangi seperti PUPR kemudian Dinas P dan K, dan kita juga menawarkan ke OPD lain yang tendernya banyak, membantu kesulitan apa yang mereka hadapi, sudah kita lakukan,” jelasnya.
“Alhamdulillah bisa on schedule di minggu pertama, kedua Februari, itu sudah evaluasi penggunaan, sudah ada pemenangnya dan pada hari Jumat, di Minggu kemarin, Pak Sekda sudah menyerahkan SPMK di PUPR, ada 17 paket,” tandas Hari.
Mantan Camat Bantarsari ini mengutarakan, keberhasilan dalam percepatan pengadaan barang dan jasa ini berkat kolaborasi yang baik antara Bagian PBJ Setda dengan OPD terkait.
Disamping itu, dukungan dari para penyedia jasa serta masukan dari masyarakat. “Dari Pak Bupati sendiri menyampaikan semakin cepat APBD digelar, selesai pelaksanaan tender kemudian dilaksanakan, semakin cepat manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” beber Hari.
“Di tahun-tahun sebelumnya kemungkinan terjadi keterlambatan lelang, atau bahkan, sampai dengan gagal lelang. Sehingga upaya percepatan pengadaan yang kita lakukan ini untuk menghindari itu,” pungkasnya. (Purwanti).










