Central Publikasi.Com-Cilacap Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah(PISEW) membangun Jalan Rabat Beton dengan ukuran Panjang 800M dan Lebar 3M. Dengan dana APBN sebesar Rp.500.000.000 Desa Jambu Kecamatan Wanareja. Yang dikerjakan oleh Kelompok Kerja Sama Antar Desa(KKAD) Desa Jambu dan Palugon.
Dugaan ini muncul setelah tim melakukan Kroscek lapangan, yang mana pada saat tim kroscek lapangan. Bertemu dengan beberapa orang pekerja dan ketua kelompok kerja yaitu G. Tim konfirmasi dengan G selaku ketua kelompok kerja. Untuk mendapatkan keterangan terkait pekerjaan rabat beton.
Dari hasil konfirmasi dengan G. G menjelaskan kepada Tim Media bahwa Jalan Rabat Beton. Yang sedang dibangun ini adalah jalan tembus antara Desa Jambu dan Palugon. Dengan ukuran Panjang 800M dan Lebar 3M. Mengunakan FC 17 atau mutu beton kurang dari K200, tebal jalan rabat beton 15CM tanpa mengunakan LC(Lean Concrete)beton kurus atau lantai kerja, yang tentunya lebih rendah mutunya beton. G juga menjelaskan kepada Tim Media FC 17 dengan Agregat
1 Sak Semen 3,5 Pasir, 5 Spelit dan 5 Air.
13/11/2025
Dari keterangan G tersebut tim melanjut kan Kroscek lapangan. Didapat bahwa untuk bagian dasar coran tidak mengunakan pelastik. Untuk bagian pinggir jalan dilakukan pengalian, seperti saluran air. Itu dilakukan pengalian bagian pinggir jalan kiri dan kanan. Diduga keras untuk menyesuaikan ukuran tebal rabat beton supaya mencapai 15CM dan untuk bagian tengah jalan seperti gundukan atau mengembung. Diduga keras untuk bagian tengah, ukuran tebal jalan tidak mencapai 15CM. Tim juga mendapat rabat beton berlapis diduga keras ini adalah LC yang tebalnya kurang lebih 5CM. Tentu ini tidak sesuai dengan keterangan G.
Menurut TO selaku Aktifis bahwa keterangan dari G diduga keras ngawur dan meng ada-ada, kalau FC 17 Mpa secara manual setara dengan mutu beton K200 dengan Agregat Semen 352Kg, Pasir Beton 731Kg, Spelit 1031Kg dan Air 215 Liter. Kalau untuk Rabat Beton dengan Tinggi 15CM maka tidak ada lantai kerja atau LC. Dan untuk bagian pinggir jalan dilakukan pengalian seperti saluran air, diduga keras ada salah satu trik mengurangi volume coran rabat beton. Apa bila dilakukan pengukuran nanti pada saat PPHP, di ukur bagian pinggir maka akan cukup 15CM tapi apabila di lakukan Core Drill pada bagian tengah jalan maka diduga keras akan kurang dari 15CM. Kalau ada temuan dibagian pinggir rabat beton seperti ada lapisan dapat diduga bahwa rabat beton tersebut mengunakan LC. Dan untuk tidak mengunakan plastik pada bagian dasar rabat beton tentu ini sangat mempengaruhi kualitas rabat beton.
Oleh karena itu, adanya temuan dugaan pekerjaan rabat beton tidak sesuai dengan Bistek. Diharapkan menjadi perhatian BPKP pada saat melakukan Audit pengecekan pisik pekerjaan. Dan menjadi perhatian Aparat Penegak Hukum(APH) terutama Kajari Kabupaten Cilacap. Mengingat pekerjaan PISEW tersebut telah terjadi pencairan sebesar 70% dari pagu Anggaran. Maka tentu sudah mengarah pada kerugian Negara.
18/11/2025(Tim/Red)



















