Central Publikasi.Com-Cilacap:Banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan Cilacap, menjadi perhatian pemerintah daerah setempat.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah melalui dinas terkait mengusulkan penanganan sendimentasi pada Sungai Kaliyasa melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kementerian pun menindaklanjuti dengan menormalisasi Sungai Kaliyasa tersebut melalui APBN yang nanti akan ditangani oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.
“Alhamdulillah, sedimentasi di Sungai Kaliyasa akan ditangani melalui kegiatan normalisasi, sehingga aliran air dari kota bisa lebih lancar,” ujar Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Cilacap, Bambang Tujiatno, Senin (26/1/2026).
Diketahui, normalisasi Sungai Kaliyasa ini nantinya akan difokuskan pada sungai yang melintasi area perkotaan, dan ditargetkan dapat direalisasikan tahun ini.
“Untuk nilai anggaran normalisasi sungai Kaliyasa ini sekitar 80 Miliar,” ungkap Bambang.
Adapun upaya normalisasi sungai di area perkotaan ini dilakukan lantaran wilayah tersebut kerap dilanda banjir saat curah hujan tinggi.
Lebih lanjut, banjir yang terjadi, bersamaan dengan pasang air laut (rob). “Kalau hujan deras terjadi bersamaan dengan rob, air sulit mengalir ke muara sehingga terjadi genangan di permukiman warga,” kata Bambang.
Normalisasi sungai ini, nantinya juga akan didukung dengan perbaikan pada saluran pembuang kota yang akan dilakukan Pemkab Cilacap.
Perbaikan saluran tersebut, sedianya akan dikerjakan secara bertahap pada tahun 2026 ini.
Bambang menyebut, sistem pengendalian banjir harus dibenahi dari hulu hingga ke muara agar air dari saluran pembuangan di wilayah perkotaan dapat segera terbuang.
“Kalau hanya satu titik yang ditangani, hasilnya tidak akan maksimal. Semua saluran harus terkoneksi dengan baik ke sungai pembuang,” ujarnya.
“Jadi sistem pengendalian banjir di Cilacap Kota akan jauh lebih efektif kalau Sungai Kaliyasa benar-benar sudah tertangani,” pungkas Bambang. (Purwanti).












