Cilacap-Central Publikasi.Com:Di tengah arus modernisasi, masyarakat Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tetap menjaga nilai-nilai warisan leluhur.
Hal itu dibuktikan dengan kegiatan memetri bumi yang digelar di desa setempat pada Senin (27/4/2026). Ada yang menarik perhatian dalam tradisi tahunan tahun ini, dimana memetri bumi dilaksanakan di masing-masing Dusun.
“Tahun ini, kegiatan festival budaya ada tiga tempat di Dusun 1 (Gomblang), Dusun 2 (Keleng) dan Dusun 3 (Sawangan). Dan untuk hari ini diawali dari Dusun 3,” ujar Kepala Desa Keleng, Arsidi.
Arsidi mengaku sebelumnya, memetri bumi hanya dilaksanakan di dua tempat. “Kalau tahun-tahun sebelumnya itu hanya di dua tempat, Keleng atas dan Keleng bawah,” bebernya.
“Alhamdulillah tahun ini semua dusun bisa melaksanakan festival budaya ini, dan kami melihat masyarakat juga ikut mendukung kegiatan ini,” lanjut Arsidi.
Kegiatan diawali ruwat bumi pada siang hari dengan menyuguhkan wayang yang dimainkan oleh dalang lokal, dilanjutkan tasyakuran, doa bersama diikuti tokoh agama dan masyarakat setempat.
“Kegiatan diawali ruwatan pada siang hari, ada dalang ruwat, dilanjutkan tasyakuran, doa bersama sore hari dan malam harinya hiburan wayang kulit semalam suntuk,” ungkap Kades Keleng.
“Untuk dalangnya dari Kebumen Ki Imam Sutikno, mudah-mudahan bisa menghibur warga masyarakat,” sambungnya.
Acara tersebut menjadi simbol pelestarian adat oleh masyarakat desa setempat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Yang kami harapkan, budaya adiluhung ini dapat terus lestari, dan ini sebagai wujud penghormatan kepada para leluhur serta alam semesta,” ucap Arsidi.
Selain itu, bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan YME atas segala limpahan nikmat dan rahmat yang telah diberikan selama ini, serta ajang untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan. (Purwanti).












