Enam Bulan Tahun Anggaran 2026 Berjalan, Masyarakat Air Hitam Masih Menunggu Pertanggungjawaban Kepala Desa

Air Hitam-Central Publikasi.Com Memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, masyarakat Desa Air Hitam mempertanyakan sikap Kepala Desa yang hingga kini belum memberikan penjelasan resmi melalui forum Musyawarah Desa (Musdes) terkait tidak terserapnya Dana Desa Tahun Anggaran 2025 sebesar sekitar Rp1,25 miliar.

Padahal, dana tersebut sebelumnya telah direncanakan untuk berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang telah dibahas dalam Musyawarah Desa serta dituangkan dalam RKPDes dan APBDes Tahun 2025. Namun hingga tahun anggaran berakhir, banyak kegiatan yang sama sekali tidak terlaksana dan manfaat pembangunan yang dijanjikan tidak pernah dirasakan masyarakat.

Yang menjadi pertanyaan besar warga adalah: mengapa dana yang telah dialokasikan untuk kepentingan masyarakat tidak dapat digunakan hingga akhirnya tidak memberikan manfaat apa pun bagi Desa Air Hitam?

Lebih memprihatinkan lagi, meskipun Dana Desa Tahun Anggaran 2026 Tahap I telah cair, Pemerintah Desa Air Hitam dinilai belum menunjukkan itikad untuk menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai kegagalan pengelolaan anggaran tahun sebelumnya.

Masyarakat menilai forum Musdes merupakan wadah resmi yang seharusnya digunakan pemerintah desa untuk menjelaskan:

Penyebab Dana Desa Tahun 2025 tidak terserap.

Kegiatan apa saja yang batal dilaksanakan.

Siapa yang bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

Langkah apa yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Ketiadaan penjelasan resmi dinilai dapat menimbulkan spekulasi dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sejumlah tokoh masyarakat menegaskan bahwa yang dibutuhkan warga saat ini bukan sekadar janji, melainkan pertanggungjawaban yang terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun administratif.

“Musdes adalah forum tertinggi masyarakat desa. Jika pembangunan gagal dilaksanakan dan anggaran tidak terserap, maka masyarakat berhak memperoleh penjelasan resmi dari Kepala Desa. Jangan sampai pertanyaan masyarakat dibiarkan menggantung tanpa jawaban,” ujar salah seorang warga.

Dengan telah berjalannya enam bulan tahun anggaran 2026, masyarakat mendesak Pemerintah Desa Air Hitam segera menyelenggarakan Musdes khusus sebagai forum pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBDes Tahun 2025.

Pertanyaan yang hingga kini masih menunggu jawaban adalah:

> Mengapa Dana Desa Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp1,25 miliar tidak dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Desa Air Hitam, dan siapa yang bertanggung jawab atas kegagalan tersebut?

Masyarakat berharap pemerintah desa tidak menghindari pertanyaan tersebut dan segera memberikan penjelasan secara terbuka demi menjaga kepercayaan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.(Lmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *