Cilacap-Central Publikasi.Com:Antrean panjang warga terlihat di halaman kantor Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026).
Warga yang didominasi emak-emak ini rela mengantre lama untuk mengambil bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dan minyak goreng yang disalurkan melalui Perum Bulog.
Selain antrean panjang terlihat, pantauan di lapangan, tampak pula tumpukan karung berisi beras dari Perum Bulog di pendopo desa setempat berkisar puluhan ton yang telah disiapkan untuk dibagikan kepada warga.
Kasi Pelayanan Desa Kuripan Zaini Ma’Sum mengungkap, bantuan tersebut merupakan program cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.
“Bantuan pangan ini sedianya terlaksana di bulan Februari atau Maret, mungkin karena kendala dari Bulog jadi kami dari desa baru mendapatkan alokasi di bulan ini,” ujarnya.
Proses penyaluran bantuan itu berlangsung tertib. Warga yang hadir tampak mengantre di jalur antrean yang telah dibuat oleh pihak desa.
“Untuk keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Kuripan yang mendapat bantuan ada sekitar 1.425 penerima yang tersebar di lima Dusun,” ungkap Ma’Sum.
Kelima Dusun ini yakni Ketanggung, Sumur Gumuling, kemudian Kuripan Lor, Wungu Sanggar dan Jatisari.
“Per KPM mendapatkan beras 2 kantong, masing-masing 10 kg dan 4 liter minyak goreng. Jadi mereka menerima 2 bulan alokasi,” kata Ma’Sum.
Adapun total bantuan yang disalurkan yaitu beras sebanyak 2.850 kg atau 28 ton dan 5.700 liter minyak goreng.
“Kami berharap bantuan beras dan minyak goreng ini bisa sedikit meringankan beban para keluarga penerima manfaat,” ucap Ma’Sum.
Sedangkan terkait data penerima manfaat ini berdasarkan data yang dimiliki oleh Bulog. “Kami dari pemerintah desa itu sifatnya hanya menyalurkan saja,” ujar Ma’Sum.
“Dan dari Bulog memberikan arahan untuk mensortir seperti yang sudah meninggal, pindah domisili atau tidak dikenal, sudah mampu atau menolak bisa diganti atau diwakilkan oleh yang lain, tentunya yang lebih berhak,” tandasnya.
Ma’Sum mengaku terkait pengganti sudah ada dan pihak desa sudah mendata warga yang akan menerima bantuan pangan tersebut.
“Untuk penggantinya sudah ada beberapa dan arahan dari Bulog harus habis dalam satu hari ini, paling lambat hari besok,” bebernya.
Ia memastikan penyaluran bantuan sudah tepat sasaran. “Kalau saya cek memang ada beberapa yang harus menerima, ini desil 1 sampai 6, dan mayoritas warga seperti itu,” terang Ma’Sum.
“Jadi sudah tepat sasaran, dan kami harap pemerintah terus melanjutkan program ini, apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini, bantuan pangan ini sangat membantu sekali warga Kuripan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, dalam pengambilan bantuan CPP ini, penerima cukup membawa surat undangan yang telah dibagikan sebelum pelaksanaan. Dan saat pengambilan, membawa KTP asli.
“Kalau diwakilkan dalam satu KK, itu cukup membawa KTP asli penerima dan juga KTP yang mewakilkan. Nanti ada petugas yang ditunjuk oleh Bulog untuk melayani,” jelas Ma’Sum.
Sementara itu, Sutinem warga RT 04 RW 01 Dusun Ketanggung mengaku bersyukur mendapat bantuan beras dan minyak goreng dari pemerintah tersebut.
Terlebih, di tengah harga kebutuhan pokok yang tinggi saat ini. “Alhamdulillah seneng dikasih beras sama minyak goreng,” ucap ibu paruh baya ini.
Ia mengaku setiap tahunnya rutin mendapat bantuan tersebut. “Alhamdulillah selalu dapat, terima kasih sekali,” pungkas Sutinem. (Purwanti).












