Cilacap-Central Publikasi.Com:Pekerjaan Optimasi Tanah Non Rawa IRPOM yang dikerjakan oleh P3A Tirta Jaya Madura, yang berlokasi Di Kecamatan Wanareja Desa Madura Dusun Karanganyar Kabupaten Cilacap. Yang mana pekerjaan IRPOM ini diduga jauh dari kata sesuai dengan Bistek
Yang mana terungkap setelah tim Media konfirmasi dengan salah satu pekerja yaitu Y. Y mengatakan bahwa mana mungkin kualitas beton FC 20Mpa bisa berundul. Juga menjelaskan pada tim Media bahwa besi yang di pergunakan untuk tiang/saka mengunakan besi 10 biasa(Banci)
Dan juga hasil konfirmasi dengan pelaksana lapangan berini sial I dengan mengatakan bahwa pasir yang dipergunakan adalah pasir sungai biasa. Yang diduga kebanyakan debu dari pada pasir.
Supaya berita tetap berimbang Tim Media juga sudah konfirmasi dengan ketua UPKK P3A Tirta Jaya Madura AI via WhatsApp tapi tidak ada jawaban.
Tim juga konfirmasi dengan Kepala Bidang Prasarana dan sarana Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap. Untuk spesifikasi pekerjaan yang mengetahui adalah Konsultan.
29/07/2026
Berdasarkan Bistek bahwa untuk Tiang Beton Utama mengunakan besi 12 Full untuk Kolom mengunakan besi 8 Full dengan jarak kolom 15CM. Dengan Kualitas beton FC 20 Mpa. Sementara bangunan IRPOM yang di bangun saat ini diduga tidak sesuai dengan Bistek.
Dengan adanya dugaan tersebut, maka diharapkan Aparat Penegak Hukum(APH). Terutama Kejaksaan Negeri Cilacap Untuk melakukan Investigasi lapangan dan memanggil Ketua P3A Tirta Jaya Madura.
Apa bila terbukti tidak sesuai dengan Bistek, diharapkan ada nya proses hukum. Mengingat pekerjaan Swakelolah ini diduga sudah mencairkan uang Negara sebesar 70%. Apabila pekerjaan tidak sesuai dengan Bistek maka diduga sudah merugikan Negara. Mengingat uang tersebut adalah uang rakyat yang dikumpul melalui pajak. Maka rakyat berhak mendapatkan bangunan yang baik sesuai dengan Bistek.
31/07/2026(Tim/Red)












