CILACAP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap melalui Dinas Pertanian Cilacap merealisasikan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) 10 ribu lebih dosis hingga Oktober 2026 ini.
“Dari Provinsi ada alokasi 12.950 dosis, dan sudah teraplikasikan sebanyak 10.246 dosis,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Cilacap Slamet Sugino, Senin (26/10/2026).
Ia mengungkapkan masih terdapat 2.700 dosis vaksin, dan saat ini sedang proses penyelesaian vaksinasi PMK.
“Mudah-mudahan terselesaikan di bulan November ini. Target kami sampai akhir tahun selesai,” ujar Slamet.
“Untuk vaksinasi kita ada enam tim, terdiri dari dokter hewan, kemudian petugas paramedik, berkolaborasi dengan penyuluh pertanian,” lanjutnya.
Adapun untuk realisasi vaksin PMK terbanyak di dua wilayah di Cilacap bagian timur yakni Kecamatan Adipala dan Binangun.”Kecamatan Binangun 1.930 dosis, kalau targetnya sebanyak 2.200 dosis. Sedangkan Kecamatan Adipala 2.050 dosis,” ungkap Slamet.
Sementara sasaran vaksin PMK ini hewan berkuku belah, terutama sapi dan kerbau dengan tujuan meningkatkan kekebalan terhadap penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak ruminansia.
“Harapannya bisa meningkatkan kekebalan ternak ruminansia, terutama sapi sehingga tidak ada kejadian PMK di Kabupaten Cilacap,” ucap Slamet.
Selain itu, vaksinasi PMK ini untuk mendorong peningkatan populasi sapi, khususnya di Jawa Tengah.Slamet memastikan hingga saat ini belum ada laporan terkait kasus PMK di Kabupaten Cilacap.
“Alhamdulillah masih aman, belum ada laporan yang masuk ke kami. Dan ini sudah mulai masuk musim penghujan, mudah-mudahan nanti di pergantian musim tidak ada kejadian,” pungkasnya. (pur).








