Cilacap Central Publikasi.Com:Warga RW 08 Dusun Nusa Indah, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menantikan jalan sepanjang 1,3 kilometer dan lebar 2,5 meter yang menjadi akses perlintasan di wilayah tersebut, segera mendapat perhatian.
Adapun perhatian yang diinginkan warga ini, agar jalan diperbaiki dan ditingkatkan untuk memperlancar mobilitas. Semula, jalan ini dibangun warga sejak tahun 80an secara swadaya. Kini, warga meminta perhatian, jalan tersebut dapat dibangun.
Jalan tersebut awalnya merupakan tanggul irigasi milik PSDA Provinsi. Namun, karena digunakan sebagai sarana mobilitas, warga sekitar pun berinisiatif membangun jalan itu.
Ketua RW 08, Kamsi Gautama mengatakan warga merasa keberatan dan terbebani bilamana pembangunan dilakukan terus menerus oleh warga secara swadaya.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta segera ada perhatian. “Tentu ini beban bagi kami, warga karena setiap jalan ini rusak, setiap ada yang longsor, kami yang perbaiki dan dengan swadaya yang terus menerus, masyarakat kini merasa keberatan,” ujar Kamsi usai melaksanakan kerja bakti massal, Minggu (10/5/2026).
“Dulunya ini jalan irigasi milik PSDA Provinsi dan kondisi jalannya kecil kemudian karena kami butuh untuk akses, kemudian kami perlebar, kami bangun melalui swadaya masyarakat,” lanjutnya.
Kamsi mengaku bersama pemerintah desa setempat telah berupaya agar jalan dapat diperbaiki dengan mengusulkan melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). Pihaknya meminta agar usulan tersebut dapat terwujud.
“Kami sudah mengusulkan, proposal sudah kami buat sebelumnya dan kami kirim ke Kodim Cilacap, tinggal menunggu dan harapan dari warga agar terealisasi,” ungkapnya.
“Yang jelas kondisi jalan sudah rusak sekali dan rawan longsor juga kalau tidak segera diperbaiki atau ditangani, bahaya buat para pengguna jalan. Apalagi jalan ini sebagai satu-satunya akses mobilitas bagi warga sekitar,” imbuh Kamsi.
Pihaknya meminta pemerintah daerah agar turut memperhatikan jalan tersebut. Selain itu, mendorong agar berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar jalan benar-benar bisa dibangun sesuai keinginan warga.
Hal senada disampaikan Kadus Nusa Indah, Riyanto. Ia berharap adanya bantuan serta perhatian serius terhadap jalan tersebut, baik dari pemerintah daerah setempat maupun pihak-pihak terkait lainnya.
Selain warga keberatan pembangunan jalan dilakukan terus menerus secara swadaya, Riyanto juga mengklaim warganya selama ini taat membayar pajak. Sehingga sudah sewajarnya wilayah mereka mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
“Masyarakat Dusun Nusa Indah taat pajak sekali. Kebetulan saya petugas pemungut pajak bumi bangunan (PBB). Oleh karena itu, sudah sewajarnya wilayah kami untuk bisa diperhatikan, dan kami minta agar keinginan terkait dengan pembangunan jalan ini supaya dikabulkan,” ujarnya.
“Kalau sebelumnya, dana swadaya yang kami kumpulkan dari masyarakat dalam satu tahun sebesar Rp25 juta, ini semata-mata untuk membangun jalan irigasi ini,” lanjut Riyanto.
Kasi Kesra Yudiantoro membenarkan terkait jalan irigasi yang dibangun warga selama puluhan tahun bilamana kondisinya sudah tidak layak melalui swadaya. Termasuk pembangunan bahu jalan.
“Terkait kegiatan-kegiatan yang selama ini diakomodir oleh warga di wilayah Dusun Nusa Indah ini, betul. Memang ada kendala bukan masalah disini, yaitu akses jalan tanggul yang butuh perhatian,” ujarnya.
Yudiantoro mengaku pemerintah desa telah menindaklanjuti, dan bersama aparatur Dusun Nusa Indah telah mengajukan proposal mengenai TMMD.
“Mudah-mudahan di kegiatan TMMD yang akan datang, Desa Menganti bisa menjadi by name terkait dengan TMMD, agar cepat direalisasikan dan dilaksanakan karena kondisi akses jalan ini sangat-sangat memprihatinkan,” terangnya.
“Dari pemerintah daerah mudah-mudahan bisa mengakomodir. Jadi akses jalan ini sangat dibutuhkan, menghubungkan dua desa antara Menganti dengan Kuripan. Kemudian tertuju juga ke Tritih Wetan,” pungkas Yudiantoro. (Purwanti).












