CILACAP – Central Publikasi.Com Munculnya ubur-ubur ke permukaan laut pada musim angin timur saat ini, memberikan berkah serta keuntungan tersendiri bagi para nelayan di Cilacap, Jawa Tengah.
Dalam sehari, nelayan pesisir panen hingga puluhan ton. Dan ubur-ubur hasil tangkapan nelayan ini lalu dijual ke pengepul dengan harga Rp 800 hingga Rp 1.000 per kilogramnya.
Salah seorang pengepul, Marni mengaku menerima hingga 25 ton ubur-ubur dari nelayan per harinya. Ia menyebut cukup melimpah pasokan ubur-ubur saat ini.
Sebelum ditampung di bak penampungan, ubur-ubur ini terlebih dahulu ditimbang menggunakan keranjang plastik setelah diangkut nelayan menggunakan ember besar dari perahu mereka.
“Kalau pasokan dari nelayan, saya sendiri bisa mencapai 25 ton per hari,” ungkap Marni, Sabtu (29/8/2026).
Salah seorang nelayan, Kirman mengatakan
kemunculan ubur-ubur ini terjadi saat cuaca cerah dan musim kemarau berlangsung cukup panjang seperti saat ini.
“Ubur-ubur mulai banyak itu kurang lebihnya sekitar satu pekan terakhir ini,” ujar Kirman kepada wartawan.
Ia memperkirakan sekitar 1 ton ubur-ubur berhasil dikumpulkan nelayan dalam sekali melaut menggunakan perahu kecil. “Paling satu ton (sehari), itu hitungan rata-rata untuk satu perahu kecil,” kata Kirman.
Kendati cukup banyak, namun kondisi laut bisa mempengaruhi hasil tangkapan ubur-ubur. “Tapi tidak tentu, tergantung kondisi rezeki dan kondisi laut,” ungkap Kirman.
Kendati harga ubur-ubur yang dijual kepada pengepul dinilai murah per kilogramnya, namun keuntungan yang didapat nelayan cukup besar mengingat besarnya hasil tangkapan.
Diharapkan keberadaan ubur-ubur tersebut menjadi ladang rezeki baru bagi nelayan di Cilacap, khususnya di wilayah pesisir, kendati hanya musiman. (Purwanti).












