Central Publikasi.Com-Cilacap: Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah bersiap menghadapi musim kemarau tahun ini, dan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), akan terjadi pada pertengahan Mei mendatang.
Menurut keterangan Teguh Wardoyo, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, kemarau datang pada dasarian kedua bulan Mei atau sekitar tanggal 11 hingga 20 Mei 2026.
“Musim kemarau tahun ini perkiraan sekitar 14 hingga 18 dasarian atau sekitar 140 hingga 180 hari,” ujar Teguh, Senin (23/3/2026).
Adapun wilayah di Cilacap yang mengalami musim kemarau, namun lebih awal yakni di wilayah pesisir tenggara seperti Binangun dan Nusawungu pada Mei dasarian I.
“Untuk puncaknya perkiraan bulan Agustus 2026 dan tahun ini diperkirakan berada di bawah normal,” ungkap Teguh.
“Artinya curah hujan lebih rendah dibanding kondisi normal, sehingga perlu diantisipasi sejak dini, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan,” lanjutnya.
Teguh menambahkan, sifat musim kemarau tahun ini di bawah normal. Dimungkinkan kondisi kemarau akan lebih kering dari biasanya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau pemerintah daerah untuk segera melakukan antisipasi terjadinya potensi kekeringan, terutama di wilayah yang rawan kekurangan air.
“Sebelum musim kemarau, bulan April-Mei, wilayah Cilacap dan sekitarnya mengalami masa peralihan atau pancaroba,” beber Teguh.
Masyarakat diminta tetap waspada di bulan tersebut karena berpotensi terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang kemudian angin puting beliung, serta kondisi cuaca panas. (Purwanti).










