Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Cilaca Desa Madura Disinyalir Tidak Sesuai Bistek dan BOQ

Cilacap-Central Publikasi.Com: Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Cilaca yang di kerjakan oleh P3A Sri Mukti, yang berada di Desa Madura Kecamatan Wanreja Kabupaten Cilacap. Disinyalir pekerjaan nya tidak sesuai dengan Bistek yang ada. Ini diketahui setelah Tim melakukan Konfirmasi dengan salah satu pekerja yaitu EN.

Berdasarkan keterangan dari EN bahwa dinding saluran lebar nya 30CM mulai dari pondasi sampai keatas, lantai tebal 20CM dengan komposisi batu belah 10CM dan Flur 10CM. Dan Ketua dari pada Kelompok P3A Sri Mukti adalah EO.

14/07/2026

Untuk mendapat kan keterangan lebih lanjut Tim Konfirmasi diduga Ketua P3A Sri Mukti melalui via WhatsApp. Dengan mengajukan beberapa item pertanyaan, berapa lebar ukuran dinding saluran dan berapa tebal ukuran lantai saluran dengan komposisi yang bagaimana. Tapi sangat di sesalkan jawaban dari pada EO diduga ngawur dengan memberikan jawaban Sudah sesuai dengan aturan dan petunjuk pendamping.

15/07/2026

Bagaimana tim mengetahui nya karena Bistek dan Bill Out Quantiti(BOQ)tidak ada dilokasi pekerjaan. Diduga hal tersebut sengaja dikaburkan supaya masyarakat umum tidak mengetahui nya. Padahal jelas didalam UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Bistek dan BOQ bukan dokumen yang di kecuali kan. Itulah gunanya setiap pekerjaan Proyek milik Pemerintah ada Direksi kit supaya masyarakat luas mengetahuinya. Kalau tidak ada direksikit maka sof copy dari pada Bistek dan BOQ harus selalu ada dilapangan. Guna mempermudah masyarakat luas mengetahuinya. Mengingat uang yang dipergunakan adalah uang rakyat yang di pungut dari pajak bukan uang pribadi. 

Dari konfirmasi tim dengan EN. EN  Menyatakan bahwa lebar pondasi Diding saluran 30CM, sementara hasil kroscek lapangan bersama EN disinyalir ukuran pondasi dinding saluran hanya 20CM. Tentu ini tidak sesuai dengan pengakuan EN. Selain itu juga Kualitas adukan cor mengunakan K berapa, termasuk pengunaan batu belah pada diding saluran berbading berapa dengan adukan cor. 

Masyarakat berharap ini harus menjadi perhatian BBWS Citanduy OP SDA. Bertindak tegas pada oknum P3A yang nakal. Dengan ada nya dugaan pengurangan lebar pondasi dinding saluran berpotensi merugikan Negara. Diharapkan juga menjadi perhatian BPK-RI pada saat melakukan audit termasuk pengujian pada kualitas adukan cor yang dipergunakan.tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *