Central Publikasi.Com-Cilacap:Anggota DPRD Cilacap Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Didi Yudi Cahyadi angkat bicara terkait Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman.
Syamsul diketahui berstatus nonaktif usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa pekan lalu.
Didi menyampaikan keprihatinannya atas kasus yang menimpa Syamsul yang merupakan kader PKB.
“Kami PKB sekarang sedang prihatin, dan saya kira tidak hanya PKB, tapi seluruh masyarakat Cilacap saya yakin juga turut prihatin karena tahu sepak terjang Pak Syamsul,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Politisi PKB ini meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“Bareng-bareng mari kita kedepankan asas praduga tak bersalah, dan masyarakat jangan memvonis dulu,” kata Didi.
Didi memastikan, pihaknya akan mengawal penuh kasus tersebut. “PKB insyaallah akan mengawal ini sebaik mungkin,” tegasnya.
Pihaknya berharap keadilan didapatkan dan Syamsul terbebas dari tuntutan hukum. Tak hanya itu, Didi juga menginginkan Syamsul dapat kembali memimpin Kabupaten Cilacap.
“Harapan kita, khususnya PKB, Pak Syamsul bisa kembali menjadi Bupati, memimpin Kabupaten Cilacap kembali,” ujar Didi.
Didi juga memberikan dukungan moril, tidak hanya kepada Syamsul, namun juga kepada Sekda nonaktif Sadmoko Danardono.
“Kita yakin, dan masyarakat saya kira juga masih yakin, bahwa Pak Syamsul dan Pak Sekda ini adalah orang yang baik. Selama ini beliau-beliau ini juga terkenal dalam memimpin itu mengedapankan sebuah kejujuran,” tuturnya.
“Kita juga punya keyakinan ada jalan keluar untuk Pak Syamsul dan Pak Sadmoko, dan harapan kita nanti mereka bisa bersama-sama lagi dengan masyarakat Cilacap,” lanjutnya.
Selain mengawal kasus tersebut, Kader PKB yang akrab disapa Pak Didi ini mengatakan bahwa partai baik di tingkat pusat hingga daerah akan memberikan pendampingan hukum maksimal terhadap Syamsul.
“Pasti ada pendampingan agar bagaimana Pak Syamsul ini bisa memperoleh keadilan yang seadil-adilnya, pungkasnya. (Purwanti).












